Free Web space and hosting from 20megsfree.com
Search the Web

 
Selamat Datang    Sejarah Singkat  Program Diklat   Profil Mahasiswa     Info Universitas
Info Pendidikan    Album Foto  Link Anda      Info Aktual       Opini Anda    Buku Tamu
    Opini Anda

    Bagi Anda yang berminat mengirimkan pendapat atau opini Anda dalam bentuk artikel, karya tulis, atau yang lainnya yang dianggap penting untuk diketahui dan disebarkanluaskan melalui media online, silakan Anda kirimkan kepada WebMaster via email, klik di sini!

    Syarat penulisan dan penayangan tulisan Anda:

    • menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris dengan memperhatikan kaidah dan tata bahasa yang baik dan benar (misalnya penulisan huruf kapital, pemakaian tanda baca atau ejaan, dan struktur kalimat yang baik);
    • tidak mempublikasikan sesuatu yang bertentangan dengan hukum nasional atau internasional (misalnya hak cipta).


    Cermatkah Anda Berbahasa Indonesia?
    Oleh: Abdul Rajak Husain *)

    Dalam tulisan ini saya tidak bermaksud menggurui Anda, melainkan kita bersama-sama secara objektif mencermati penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan kita sehari-hari, khususnya dalam situasi formal. Dalam hal ini kita mengacu kepada segala ketentuan yang ditetapkan berdasarkan Pedoman Ejaan Umum Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) serta Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI)

    Sebelum kita masuk ke bagian inti pembiracaan, kita harus sepakat dulu bahwa kecermatan berbahasa Indonesia seseorang itu bukan ditentukan oleh pangkat, pendidikan, gelar, ataupun jabatan yang disandangnya, melainkan ditentukan oleh sejauh mana yang bersangkutan menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan di atas tadi, yakni EYD dan PUPI. Contoh kecil saja, seorang siswa SD kelas 5 setelah mempelajari kosakata baku dalam bahasa Indonesia akan memilih kata 'praktik', 'November', dan 'fotokopi' dalam setiap tulisan atau ucapannya. Sebaliknya, seorang profesor yang memegang jabatan penting dalam pemerintahan, sebagai Menteri misalnya, cenderung memilih yang lain, yakni 'praktek', 'Nopember', dan 'foto copy', dalam tulisan atau ucapannya. Lalu, timbul pertanyaan: Siapakah yang benar di antara kedua orang tadi? Siswa SD atau sang profesor? 

    Menghadapi situasi semacam ini kita harus berpedoman kepada ketentuan yang berlaku. 

    Kita tahu bersama bahwa ketiga kata tadi berasal dari bahasa Inggris, yakni 'practice, practical', 'November', dan 'photocopy'. Berdasarkan ketentuan yang ada, maka kata-kata tersebut diserap ke dalam bahasa Indonesia sebagai berikut.

    1. Kata 'practice' menjadi 'praktis' (c -> diikuti konsonan berbunyi k menjadi -> k, c -> diikuti vokal -> e berbunyi -> s menjadi -> s; sedangkan 'practical' diserap menjadi 'praktik' atau 'praktikal' (dua kata yang berbeda). Sedangkan huruf /i/ tetap menjadi /i/, tidak diubah menjadi /e/.

    2. Kata 'November' berasal dari bahasa Inggris 'November'. Huruf 'v' dalam bahasa Inggris tetap dipertahankan atau diserap sebagai /v/ dalam bahasa Indonesia, dan bukan diubah menjadi /p/ atau /f/. Contoh lain kata 'vitamin' (bahasa Inggris) tetap menjadi -> 'vitamin' (bahasa Indonesia), vaccin -> vaksin, dan verbal -> verbal.

    3. Kata 'fotokopi' berasal dari bahasa Inggris 'photocopy'. Sesuai dengan ketentuan yang ada huruf /ph/ (bahasa Inggris) diserap menjadi 'f' dalam bahasa Indonesia. Huruf /c/ diikuti vokal o (bunyi k) menjadi /k/, dan /y/ berbunyi /i/ menjadi /i/.

    Berdasarkan uraian di atas, maka jelaslah bagi kita bahwa kata yang benar adalah 'praktik', 'November', dan 'fotokopi' seperti yang digunakan oleh siswa kelas 5 SD tadi, sedangkan kata 'praktek', 'Nopember', dan foto copy' yang digunakan sang profesor tadi adalah salah (nonbaku).

    Berdasarkan ketentuan dalam EYD dan PUPI, berikut ini saya daftarkan bentuk kata-kata yang benar (baku) dan yang tidak tepat (nonbaku) dalam bahasa Indonesia. 

    Daftar kata baku terletak di sebelah kiri, sedangkan kata nonbaku berada di sebelah kanan.

    DAFTAR KATA BAKU DAN KATA NONBAKU
    BAHASA INDONESIA


    No.
    Baku
    Nonbaku
    No.
    Baku
    Nonbaku
    1
    masjid1)
    mesjid
    151
    alangan
    halangan
    2
    amal saleh
    amal salih
    152
    beralangan
    berhalangan
    3
    salat 2)
    solat, shalat
    153
    iba
    ibah
    4
    akhirat
    akherat
    154
    mengiba
    menghiba
    5
    Al-Quran
    Al-Qur'an, Alquran
    155
    andal
    handal
    6
    Al-Fatihah
    Al-Fatehah
    156
    andalan
    handalan
    7
    kabar
    khabar
    157
    mengandalkan
    menghandalkan
    8
    teladan
    tauladan
    158
    sewa
    sewah
    9
    setan
    syetan; syaitan
    159
    gaji 'upah'
    gajih
    10
    miliar 3)
    milyar; miliard
    160
    gajih 'lemak'
    gaji
    11
    triliun
    triliyun
    161
    sutera 24)
    sutra
    12
    mulia
    mulya
    162
    indera
    indra
    13
    standar 4)
    standard
    163
    tenteram
    tentram
    14
    standardisasi
    standarisasi
    164
    terampil
    trampil
    15
    olahraga 5)
    olah raga
    165
    keterampilan
    ketrampilan
    16
    mungkir  6)
    pungkir
    166
    karena
    karna
    17
    memungkiri
    mempungkiri
    167
    sandera
    sandra
    18
    popular 7)
    populer
    168
    jenderal
    jendral
    19
    memopularkan
    mempopulerkan
    169
    keterangan
    ketrangan
    20
    esktrakurikular
    ekstrakurikuler
    170
    rezeki
    rezki; rejeki
    21
    hadir 8)
    hadlir
    171
    keraton
    kraton
    22
    bakti 9)
    bhakti
    172
    keroncong
    kroncong
    23
    bumi
    bhumi
    173
    kesatria
    ksatria
    24
    darma
    dharma
    174
    cenderung
    cendrung
    25
    batin
    bathin
    175
    justru 25)
    justeru
    26
    hadis 10)
    hadist
    176
    putra
    putera
    27
    sanawiah
    tsanawiah, tsanawiyah
    177
    putri
    puteri
    28
    aliah11)
    aliyah
    178
    Inggris
    Inggeris
    29
    ibtidaiah
    ibtidaiyah
    179
    Prancis
    Perancis
    30
    Muhammadiah
    Muhammdiyah
    180
    Sumatra
    Sumatera
    31
    Nahdatul Ulama
    Nahdlatul Ulama
    181
    Pekanbaru 26)
    Pekan Baru
    32
    Ramadan
    Ramadhan
    182
    tribune
    tribun
    33
    Senin
    Senen
    183
    faksimile
    faskimil
    34
    praktik 12)
    praktek
    184
    perilaku
    pri laku
    35
    zaman 13)
    jaman
    185
    kerasan
    krasan
    36
    zakat
    jakat
    186
    tata kerama
    tata krama
    37
    izin
    ijin, idzin
    187
    sepak bola
    sepakbola
    38
    analisis14)
    analisa
    188
    bulu tangkis
    bulutangkis
    39
    frase 15)
    frasa
    189
    bola voli
    bolavoli; voleybal
    40
    metode
    metoda
    190
    kerja sama
    kerjasama
    41
    survei
    survai
    191
    tata bahasa
    tatabahasa
    42
    materai
    meterai, materei
    192
    tata tertib
    tatatertib; tata tertip
    43
    hipotesis 16)
    hipotesa
    193
    ibu kota
    ibukota
    44
    sintensis
    sintesa
    194
    media massa
    mass media
    45
    hierarki
    hirarki, hierakhi
    195
    batu bara
    batubara
    46
    konduite
    kondite
    196
    mata air
    mataair
    47
    varietas
    varitas
    197
    kata benda
    katabenda
    48
    karier
    karir
    198
    surat kabar
    suratkabar
    49
    istirahat 17)
    isterahat
    199
    titik sudut
    titiksudut
    50
    syariat
    syareat
    200
    suaka alam
    suakaalam
    51
    nasihat
    nasehat
    201
    suaka politik
    suakapolitik
    52
    rida 'rela'
    reda
    202
    pasal 27)
    fasal
    53
    kaidah
    kaedah
    203
    pikir
    fikir
    54
    malaikat
    malaekat
    204
    pihak
    fihak
    55
    akhirat
    akherat
    205
    napas
    nafas
    56
    ijazah
    ijasah, izasah
    206
    topan
    tofan
    57
    jenazah
    jenasah
    207
    paham
    faham
    58
    takzim
    taksim
    208
    lembap
    lembab
    59
    risiko
    resiko
    209
    kelembapan
    kelembaban
    60
    nazar
    najar, nasar
    211
    lenyap
    lenyab
    61
    azimat
    ajimat
    211
    pasif
    pasip
    62
    khazanah
    khasanah
    212
    misi 28)
    missi
    63
    horizontal
    horisontal
    213
    profesor
    professor
    64
    zamrut
    jamrut, jambrut
    214
    wasalam
    wassalam; wa salam
    65
    zakat fitrah
    jakat fitrah
    215
    takwa 29)
    taqwa
    66
    asas 18)
    azas
    216
    ketakwaan
    ketaqwaan
    67
    asasi
    azasi, azazi
    217
    umat
    ummat
    68
    hak asasi
    hak azasi
    218
    tamat
    tammat
    69
    sah 'resmi'
    syah
    219
    aki
    akki
    70
    syah 'kepala, raja'
    sah
    220
    sunah
    sunnah
    71
    insaf
    insyaf
    221
    sunat
    sunnat
    72
    insyah Allah
    insah Allah
    222
    atmosfer30)
    atmosfir
    73
    sahabat
    syahabat
    223
    iosnosfer
    ionosfir
    74
    syahadat
    sahadat
    224
    stratosfer
    statosfir
    75
    sarat "penuh, padat'
    syarat
    225
    biosfer
    biosfir
    76
    syarat 'permintaan'
    sarat
    226
    eskporter 31)
    eksportir; exportir
    77
    kategori
    katagori
    227
    pengekspor
    pengexport
    78
    episode
    episoda
    228
    importer; pengimpor
    importir; pengimport
    79
    sukarela
    suka rela
    229
    esai
    esei
    80
    manasuka
    mana suka
    230
    saksama
    seksama
    81
    sukacita
    suka cita
    231
    klausa
    klause
    82
    dukacita
    duka cita
    232
    kuitansi 32)
    kwinatsi
    83
    barangkali
    barang kali
    233
    kuintal
    kwintal
    84
    acapkali
    acap kali
    234
    kualitas
    kwalitas
    85
    saputangan
    sapu tangan
    235
    kuantitas
    kwantitas
    86
    bumiputra
    bumi putra, bumiputera
    236
    frekuensi
    frekwensi
    87
    mancanegara
    manca negara
    237
    persen 33)
    prosen
    88
    pariwisata
    parawisata; pari wisata
    238
    persentase
    prosentase
    89
    margasatwa
    marga satwa
    239
    konsekuensi
    konsekwensi
    90
    lokakarya
    loka karya
    240
    kuadrat
    kwadrat
    91
    matahari
    mata hari
    241
    tobat
    taubat
    92
    lokaria
    loka ria
    242
    anggota
    anggauta
    93
    pascasarjana 19)
    pasca sarjana; paskasarjana
    243
    teladan
    tauladan
    94
    narasumber
    nara sumber
    244
    handai tolan
    handai taulan
    95
    tunawisma
    tuna wisma
    245
    aurat
    orat
    96
    syahbandar
    syah bandar; sahbandar
    246
    hewan 34)
    khewan
    97
    akilbalig
    akil balig; akilbalik
    247
    ahli
    akhli
    98
    sutradara
    sutra dara
    248
    syukur 35)
    sukur
    99
    peribahasa
    peri bahasa
    249
    mensyukuri
    menyukuri
    100
    paramasastara
    parama sastra; paramasastera 
    250
    arasy
    aras
    101
    kilogram
    kilo gram
    251
    Eropa
    Eropah
    102
    prasarana
    pra-sarana; pra sarana
    252
    syair
    sair
    103
    fotokopi 20)
    foto kopi; foto copy
    253
    masykur
    maskur
    104
    fatamorgana
    fata morgana
    254
    bermusyawarat 36)
    bermusyawarah
    105
    semifinal 21)
    semi final; semipinal
    255
    permusyawaratan
    permusyawarahan
    106
    nonformal
    non formal
    256
    kongres 37)
    konggres
    107
    supersonik
    super sonik
    257
    khawatir 38)
    kuatir; hawatir
    108
    autobiografi
    otobiografi; auto biografi
    258
    sistem; sistematis39)
    sistim; sistimatis
    109
    malapetaka
    mala petaka
    259
    kendaraan
    kenderaan
    110
    autosugesti
    otosugesti; auto sugesti
    260
    definisi
    defenisi
    111
    Pancasila
    Panca Sila
    261
    ideologi
    idiologi
    112
    pascapanen
    pasca panen; paskapanen
    262
    desain
    disain
    113
    ekawarna
    eka warna
    263
    desainer 'pendesain'
    disainer
    114
    Saptamarga
    Sapta Marga
    264
    disertasi
    desertasi
    115
    multinasional
    multi nasional
    265
    Khalik
    Halik; Kalik
    116
    caturkarya
    catur karya
    266
    ikhtisar
    ihtisar
    117
    swakarya
    swa karya
    267
    ikhtiar
    ihtiar
    118
    Trikora
    Tri Kora
    268
    khusus
    kusus, husus
    119
    serbaguna
    serba guna
    269
    teknik 40)
    tehnik; tekhnik
    120
    nonblok
    non blok
    270
    teknologi
    tehnologi; tekhnologi
    121
    adakalanya
    ada kalanya
    271
    energi 41)
    enersi
    122
    alhamdulillah
    alhamdu lillah
    272
    subjek 42)
    subyek
    123
    astagafirullah
    astag firullah
    273
    subjektif
    suyektif
    124
    bilamana
    bila mana
    274
    objek
    obyek
    125
    belangsungkawa
    bela sungkawa
    275
    objektif
    obyektif
    126
    daripada
    dari pada
    276
    objektivitas
    objektifitas
    127
    beasiswa
    bea siswa
    277
    adjektiva
    ajektif
    128
    hulubalang
    hulu balang
    278
    memerkosa 43)
    memperkosa
    129
     padahal
    pada hal
    279
    mengilat
    mengkilat
    130
    segitiga
    segi tiga
    280
    ubah 44)
    rubah; obah
    131
    tegaklurus
    tegak lurus
    281
    perubahan
    perobahan
    132
    sediakala
    sedia kala
    282
    mengubah
    merubah; merobah
    133
    silaturahmi
    sila turahmi; silahturahmi
    283
    memperkukuh 45)
    memperkokoh
    134
    istirahat
    isterahat
    284
    roboh
    rubuh
    135
    sukaria
    suka ria
    285
    berjuang
    berjoang
    136
    titimangsa
    titi mangsa
    286
    ujung tombak
    ujung tumbak
    137
    kacamata
    kaca mata
    287
    cacat 46)
    cacad
    138
    kasatmata
    kasat mata
    288
    derajat
    derajad
    139
    utang 22)
    hutang
    289
    nekad 47)
    nekat
    140
    berutang
    berhutang
    290
    menaati 48)
    mentaati
    141
    imbau
    himbau
    291
    menerapkan
    menterapkan
    142
    mengimbau
    menghimbau
    292
    menafsirkan
    mentafsirkan
    143
    impit
    himpit
    293
    menerjemahkan
    menterjemahkan
    144
    mengimpit
    menghimpit
    294
    mengkritik 49)
    mengeritik; mengeritik
    145
    rapi
    rapih
    295
    memprotes
    memrotes
    146
    paro 'bagian'
    paroh; paruh
    296
    apotek 50)
    apotik
    147
    separo 'satu bagian'
    separoh; separuh
    297
    apoteker
    apotiker
    148
    kadar 'ukuran' 23)
    kedar
    298
    atlet; atletik
    atlit; atlitik
    149
    sekadar 'satu ukuran'
    sekedar
    299
    telefon 51)
    telepon
    150
    silakan
    silahkan
    300
    Jumat52)
    Jum'at

    *) Penulis adalah Mahasiswa Program Master (S-2) di McNeese State University, Louisiana, Amerika Serikat.

    1. Kata masjid berasal dari bahasa Arab, masjidun, yang  kita serap secara utuh sebagai nomina dengan menghilangkan akhiran -un, menjadi masjid, bukan mesjid (huruf /a/ tetap dipertahankan menjadi /a/, tidak diubah menjadi /e/). Kata-kata lain yang kita serap dengan cara yang sama, di antaranya adalah:

        • madrasah,berasal dari bahasa Arab, madrasatun; dan 
        • daftar, berasal dari bahasa Arab, daftarun.
    2. Kata salat, berasal dari bahasa Arab, shalat, yang kita serap menjadi salat (bukan: shalat atau solat). Bahasa Indonesia tidak mengenal huruf kembar /sh-/, /bh-/, /dh-/, /dl-/, /th-/, dan /ts-/. Karena itu, kata-kata yang diserap dari bahasa asing, misalnya dari bahasa Arab, Sanskerta, Inggris, dan Belanda yang mengandung huruf-huruf kembar seperti di atas disesuaikan dengan fonem atau huruf yang ada dalam bahasa Indonesia dengan  menyesuaikan bentuk tulisan dan/atau bunyi yang paling mendekati atau sama dengan kata aslinya.
              Berdasarkan pedoman di atas, maka kita dapat menentukan bentuk kata baku (benar) sebagai berikut.
        • salat, bukan: shalat, sholat;
        • Ramadan, bukan: Ramadhan atau Ramadlan;
        • bumi, bukan: bhumi;
        • bakti, bukan: bhakti;
        • batin, bukan: bathin;
        • darma, bukan: dharma;
        • Selasa, bukan: Tselasa atau Tsalata;
        • hadir, bukan: hadlir;
        • hadirin, bukan: hadlirin;
        • Sanawiah, bukan Tsanawiah
        • ateis, bukan: atheis;
        • tema, bukan: thema.
        • hadis, bukan: hadist.
    3. Kata miliar berasal dari bahasa Inggris, milliard, yang kita serap ke dalam bahasa Indonesia menjadi miliar, bukan miliard, milyard, atau milyar. Banyak pengguna bahasa, seperti wartawan (media massa), tokoh birokrat dan pemerintah, mahasiswa, guru, dosen, serta pegawai dan petugas di dunia perbankan yang tidak menyadari dan melakukan banyak  kesalahan terhadap pemakaian kata seperti ini. 
      Kata milliard, kita serap menjadi miliar, dengan melakukan penyesuaian sebagai berikut.
      • Huruf  kembar /ll/ kita sesuaikan dengan fonem bahasa Indonesia menjadi satu /l/. 
      Perhatikan:
      • milliard --> menjadi miliar  (satu /l/)
      • trilliun --> menjadi triliun   (satu /l/)
      • professor --> menjadi profesor (satu /s/)
      • wasalam --> menjadi wasalam (satu /s/)
      • accu --> menjadi aki (satu /k/), bukan akki (dua /kk/)
      Kecuali:
      mass media --> menjadi media massa (dua /ss/), karena dalam bahasa Indonesia sudah terdapat kata masa (satu /s/), yang berbeda maknanya dengan massa (dua /ss/).

      • Huruf /i/ tetap dipertahankan menjadi /i/ (bukan diubah menjadi /y/). 
      Perhatikan:

      • milliard --> miliar (/i/ tetap menjadi /i/, tidak diubah menjadi /y/ (milyar [salah]);
      • trilliun --> triliun, bukan: trilyun (salah);


      • Gugus konsonan –rd  karena dalam bahasa Indonesia tidak dikenal gugus konsonan akhir –rd, maka diserap menjadi –r.
      Perhatikan:

      • milliard --> menjadi miliar, bukan: miliard (salah)
      • president --> menjadi presiden, bukan: president (salah)
      • standard --> menjadi standar, bukan: standard (salah)


      Di samping itu, kita juga menyerap bentuk kata turunannya secara utuh, sebagai berikut.
       

      • standardization --> menjadi standardisasi, bukan standarisasi (standar + -isasi [salah])
      • presidential --> menjadi presidensial, bukan presidenial (presiden + -ial [salah])
    4. Kata-kata asing yang masuk dan diserap ke dalam bahasa Indonesia sedapat mungkin disesuaikan dengan kaidah, ejaan, dan pengucapan Indonesia. Misalnya kata standard (Inggris) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi standar (benar), bukan standard (salah) karena dalam bahasa Indonesia tidak dikenal gugus konsonan akhir -rd. Contoh lain, president (Inggris) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi presiden (benar), bukan president (salah). Test (Inggris) diserap menjadi tes (bahasa Indonesia).
    • argument (Inggris) --> argumen (Indonesia)
    • accen (Inggris) --> aksen (Indonesia)
    • wajh (Arab) --> wajah (Indonesia)
    • contest (Inggris) --> kontes(Indonesia)
    • optimist (Inggris) --> optimis (Indonesia)
    • science (Inggris) --> sains (Indonesia)
    • success (Inggris) --> sukses (Indonesia)
    Kata-kata asing yang sudah sesuai dengan kaidah, ejaan, atau pola ucapan lidah Indonesia, sedapat mungkin diserap secara utuh dengan penyesuaian seperlunya. 
    Contoh:
    • umur (Arab) --> umur (Indonesia)
    • popular (Inggris) --> popular (Indonesia), bukan: populer (salah).
    • extracurricular (Inggris) --> ekstrakurikular (Indonesia), bukan: ekstrakurikuler (salah)
    • telephone (Inggris) --> telefon (Indonesia), bukan: telepon (salah)
    • practice (Inggris) --> praktik atau praktis (Indonesia), bukan: praktek atau praktes (salah)
    • modern (Inggris) --> modern (Indonesia), bukan: moderen (salah)
    • congress (Inggris) --> kongres (Indonesia), bukan: konggres (salah)
    • kangaroo (Inggris) --> kanguru (Indonesia), bukan: kangguru (salah)
    • risk (Inggris) --> risiko (Indonesia), bukan: resiko (salah)
    • survey (Inggris) --> survei (Indonesia), bukan: survai (salah)
    • phrase (Inggris) --> frase (Indonesia), bukan: frasa (salah)
    • method (Inggris) --> metode (Indonesia), bukan: metoda (salah)
    • November (Inggris) --> November (Indonesia), bukan: Nopember (salah)
    • February (Inggris) --> Februari (Indonesia), bukan: Pebruari (salah)


    5.  Kata-kata yang sudah menyatu dan dianggap padu dituliskan serangkai. Contoh: olahraga, matahari, segitiga, kacamata, peribahasa, adakalanya, darmawisata, beasiswa, saputangan, dukacita, sukacita, manasuka, daripada, kepada, silaturahmi, sediakala, wasalam, bilamana, saripati, padahal, bagaimana, kasatmata, fatamorgana,  halalbihahal, malapetaka, sukarela, barangkali, bumiputra, lokakarya, syahbandar, akilbalig, mancanegara, barangsiapa, perilaku, titimangsa, dan kasatmata.

    6. Kata dasar yang ada dalam bahasa Indonesia adalah mungkir, bukan pungkir (salah). Dari kata dasar mungkir bisa diturunkan kata-kata berimbuhan, seperti memungkiri, dimungkiri, pemungkiran. Banyak pengguna bahasa yang begitu latah menggunakan bentuk yang salah, misalnya dipungkiri, karena mereka tidak menyadari atau memang tidak mengindahkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam berkomunikasi.

    7. Kata popular (Inggris) diserap secara utuh ke dalam bahasa Indonesia, yakni popular (benar), bukan populer (salah). Dari kata popular dapat diturunkan bentuk berimbuhan, seperti memopularkan (benar), dipopularkan, dan pemopularan.

    8. Kata hadir diserap dari bahasa Arab, hadlir. Dari kata hadir dapat dibentuk berbagai bentuk kata berimbuhan, misalnya kehadiran, dihadirkan, menghadiri, dan dihadiri. Selain kata hadir, kita juga menyerap bentuk lain, yakni hadirin dan hadirat.

    9. Kata yang benar adalah bakti, bukan: bhakti (salah). Baca catatan no.2 di atas. Dari kata dasar bakti kita dapat membentuk bentuk turunannya: berbakti, membaktikan, dibaktikan, dan pembaktian.

    10. Bentuk yang benar adalah hadis, bukan: hadist (salah). Kata ini diserap dari bahasa Arab. Baca catatan no. 2.

    11. Bentuk akhiran yang kita serap dari bahasa Arab adalah -iah, bukan: iyah (salah). Misalnya: alamiah, Islamiah, dan ilmiah. Dari bentuk ini secara tata asas lahirlah bentuk kata-kata lain, seperti aliah, sanawiah, ibtidaiah, dan Muhammadiah.

    12. Bentuk yang benar adalah praktik, bukan praktek (salah). Kata ini diserap dari kata practice (bahasa Inggris), yang diindonesiakan menjadi dua kata, yakni praktik (nomina) dan praktis (adjektiva).

    13. Kata-kata serapan yang mengandung huruf /z/ tetap dipertahankan sebagai /z/ (khususnya dari bahasa Arab), tidak diubah menjadi /j/. Contoh: zaman, izin, dan zakat.

    14. Bentuk akhiran yang kita serap dari bahasa asing, khususnya Inggris, adalah -sis, bukan -sa (salah). Karena itu, bentuk kata-kata yang benar adalah analisis, bukan: analisa (salah), sintesis, elektolisis, metamorfosis, fotosintesis, dan hipotesis.

    15. Bentuk yang benar adalah frase, bukan: frasa (salah). Kata ini diserap dari bahasa Inggris, phrase.

    16. Bentuk yang benar adalah hipotesis, bukan: hipotesa (salah). Baca catatan no. 14.

    17. Bentuk yang benar adalah istirahat, bukan isterahat (salah).

    18. Bentuk yang benar adalah asas, yang bermakna 'fondasi' atau 'dasar'.  Dari kata dasar ini diturunkan beberapa bentuk berimbuhan dan paduan lain, misalnya hak asasi (hak yang mendasar; hak yang sangat fundamental). Taat asas artinya mengikuti pola dasar yang telah dibakukan atau ditetapkan.

    19. Bentuk dan ucapan yang benar adalah /pascasarjana/, bukan: paskasarjana (salah). Banyak pengguna bahasa, termasuk di dalamnya wartawan televisi dan radio yang sering salah menggunakan atau mengucapkan kata ini. Mereka melafalkan huruf /c/ sebagai /k/ seperti halnya bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Anggapan dan ucapan seperti itu tentu saja salah, karena kata pasca-, merupakan unsur serapan dari bahasa Sanskerta, bukan dari bahasa Inggris. Kata pasca- bermakna 'sesudah', misalnya pascapanen, yakni masa sesudah panen, saat di mana para petani sudah memanen hasil sawah mereka.

    20.  Bentuk yang benar adalah fotokopi, bukan: photo copy, foto copy, atau foto kopi (salah). Kata ini diserap dari bahasa Inggris, photocopy (satu kata), yang disesuaikan bentuk penulisan dan pengucapannya.

    21. Kata-kata atau bentuk kata-kata yang menyerupai imbuhan dan tidak dapat berdiri sendiri ditulis serangkai dengan kata yang dilekatinya
    Misalnya:

      pra-, dwi-, eka-, semi-, bi-, non-, pan-, maha-, super-, serba-, antar-, anti-, tuna-, adi-, auto-, multi, panca-, catur-, tri-, nir-, tan-,  pro-, sub-, poli-, re-, swa-, tele-, trans-, ultra-, mono-, pasca-, tak-, dan mala-. 
    Contoh: 
      prasejarah, praduga, prasangka; dwiwarna, dwipurwa, dwifungsi; ekawarna, ekabahasa, ekatunggal; semifinal, semipermanen, semikonduktor, semiloka; bikameral, bilingual, bilateral; nonformal, nonblok, nonpribumi, nonbaku, nonaktif; pan-Amerika, pan-Islam; mahasiswa, mahaputra, mahameru, mahaguru, mahakuasa; supersonik, superbusa, supermodern, superego; serbabisa, serbatahu, serbaneka; antarpulau, antarprovinsi, antarbangsa; antipeluru, antinuklir, antiperang; tunanetra, tunarungu, tunawisma, tunadaksa; adikodrati, adipati, adikarya; autosugsti, autobiografi, autodiktik; multiguna, multifungsi, multinasional, multilateral; pancaindera, Pancasila, pancaroba; caturwarga, caturkarya; tritura, Trikora, tridarma, trisakti; nirguna, nirlaba, nirgelar, nirbatas, nirguna, nirfungsi; tanwujud, tankarya; proaktif, pro-Barat, propartai; subseksi, subbagian, subtopik, subsumatif, submaritim; poligami, poliandri, polisemi; reaksi, reproduksi, reorganisasi, rekonstruksi; swadaya, swakarya, swakerta, swadesi, swalayan, swasembada, swakelola; telefon, telepati, telegraf, telegram, televisi, telekomunikasi, telefoto, teleskop; transmisi, transmigrasi, transportasi, transaksi, transkripsi; ultramodern, ultraviolet, ultranasionalis; monogami, monoteisme, monoton, monopoli, monolog, monogram, monokrom; pasperang, pascasarjana, pascapanen, pascajual; takproduktif, takjelas, takbaku, takresmi, takpasti; malapetaka, malapraktik, malaguna, malagizi, dan malafungsi.


    22. Kata-kata tertentu yang tidak mengandung huruf atau fonem /h/ tetap dipertahankan. Contoh: utang (benar), bukan hutang (salah), rapi, sila, silakan, imbau, isap, impit, paro 'bagian', separo 'sebagian', Eropa, sewa, gaji 'upah', andal, andalan, musna, alangan, pengalang.

    23.  Bentuk yang benar adalah sekadar, bukan: sekedar (salah). Kata ini berasal dari kata dasar 'kadar' , yang beraarti 'ukuran'. Jadi, sekadar berarti 'seukuran, satu ukuran. Ala kadarnya bermakna 'seukuran; apa adanya'.

    24. 

      26. Penulisan nama kota atau tempat yang benar adalah Pekanbaru, bukan: Pekan Baru (salah).  Berdasarkan bentuk ini, secara taat asas kita dapat membentuk dan menuliskan nama kota dan tempat sebagai berikut.
       
        • Palangkaraya, bukan: Palangka Raya;
        • Banjarmasin, bukan: Banjar Masin;
        • Banjarbaru, bukan: Banjar Baru;
        • Bandarlampung, bukan: Bandar Lampung;
        • Pangkalpinang, bukan: Pangkal Pinang;
        • Tanjungpinang, bukan: Tanjung Pinang;
        • Ujungpandang, bukan: Ujung Pandang (sekarang: Makassar);
        • Jayapura, bukan: Jaya Pura;
        • Kotabaru, bukan: Kota Baru;
        • Batudaapantai, bukan: Batudaa Pantai;
        • Bonepantai, bukan: Bone Pantai;
        • Bonebolango, bukan: Bone Bolango;
        • Bukittinggi, bukan: Bukit Tinggi;
        • Batusangkar, bukan: Batu Sangkar;
        • Padangpanjang, bukan: Padang Panjang.
      Akan tetapi, jika nama kota atau tempat tersebut diikuti oleh kata-kata yang menunjukkan lokasi, misalnya utara, selatan, timur, dan barat, maka penulisan dipisahkan.
      Contoh: 
        • Jawa Barat, bukan: Jawabarat (salah), 
        • Sulawesi Utara, 
        • Lampung Selatan, 
        • Palu Barat.